Surabaya,Spotnews.id- Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk “Marhaban ya Ramadan” pada Selasa (17/2/2026). Acara yang berlangsung di kawasan Islamic Center Surabaya ini menjadi momentum syiar Ramadan sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap para pejuang ekonomi keluarga.
Sebanyak 1.305 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 850 pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol) dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center. Para peserta berkumpul untuk menyemarakkan syiar Ramadan melalui pawai keliling wilayah Dukuh Pakis yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya.
Khofifah juga berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisor Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menegaskan bahwa esensi program BAZNAS selaras dengan filosofi Jawa “Wong Cilik Iso Gumuyu” atau rakyat kecil bisa tersenyum.
“Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan telah dilaksanakan di berbagai daerah dan membantu banyak masyarakat. Menurutnya, program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Jawa Timur, khususnya Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa program santunan Ramadan tahun ini akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda besar yang telah disiapkan adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim di seluruh Jawa Timur.
“Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, para Asisten Sekdaprov Jatim, serta para Kepala OPD Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, hadir pula Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Ketua DMI Jatim, Ketua FKUB Jatim, Ketua PW LDII Jatim, Ketua LPTQ Jatim, Ketua LPPD Jatim, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Islamic Center Jawa Timur, para Ketua UPZ di lingkup OPD Provinsi Jawa Timur, serta ratusan Bunda Ojol dan jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center yang menjadi penerima manfaat kegiatan tersebut.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)







