Kediri,Spotnews.id- 9 Desember 2024 Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri meluncurkan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebagai upaya untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi keluarga yang kurang mampu. Program ini bertujuan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi dari keluarga miskin, dengan harapan mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-cita untuk mengangkat derajat keluarganya.
Pada acara peluncuran yang diadakan pada Senin, 9 Desember 2024, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan apresiasi atas program beasiswa ini dan kolaborasi yang terjalin antara Pemkab Kediri dengan Baznas Kabupaten Kediri. Menurutnya, Baznas tidak hanya berperan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), tetapi juga memiliki peran penting dalam memetakan kebutuhan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat.
“Baznas Kabupaten Kediri tidak hanya berfokus pada penyaluran ZIS, tetapi juga mampu memetakan aspek kehidupan masyarakat. Kami berharap Baznas terus berkembang dan dapat hadir untuk memberikan manfaat, khususnya dalam setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Bupati Hanindhito dalam sambutannya.
Bupati Kediri juga mengingatkan kepada penerima beasiswa SKSS agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia berpesan agar beasiswa yang diterima bisa menjadi pemicu semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Hari ini, kalian adalah penerima manfaat. Saya doakan suatu saat nanti, kalian bisa menjadi pemberi zakat. Angkatlah derajat keluarga kalian melalui pendidikan, dan buktikan dengan bekerja keras serta berprestasi,” ujar Bupati.
Bupati juga menambahkan, selain program beasiswa SKSS, Baznas Kabupaten Kediri terus melaksanakan berbagai program kemasyarakatan yang bermanfaat, seperti pengobatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, pemberian modal usaha kepada pedagang kecil, dan distribusi sembako kepada masyarakat kurang mampu.
“Melalui zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul, kami bisa memberikan berbagai bantuan yang langsung menyentuh masyarakat. Saya berharap seluruh unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing OPD bisa mengoptimalkan pengumpulan ZIS untuk program-program yang lebih bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri, Iffatul Lathoif, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 Baznas Kabupaten Kediri berhasil mengelola dana sebesar Rp3 miliar, dan pada tahun 2024 ini jumlahnya meningkat menjadi Rp5,4 miliar. Kenaikan dana tersebut memungkinkan Baznas untuk memperluas jangkauan program-program sosial, termasuk beasiswa SKSS.
“Program beasiswa SKSS ini menjadi salah satu bentuk komitmen Baznas dalam mendukung sektor pendidikan di Kabupaten Kediri. Dengan meningkatnya dana yang dikelola, kami berharap program ini bisa memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kediri dan menjadi penyeimbang dari beasiswa yang juga telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri kepada ribuan siswa dan mahasiswa dalam tiga tahun terakhir,” ungkap Iffatul.
Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) ini juga selaras dengan upaya Pemkab Kediri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan akan semakin banyak generasi muda dari keluarga kurang mampu yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan meraih kesuksesan untuk mengubah nasib.
Kolaborasi antara Baznas dan Pemkab Kediri dalam program SKSS ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, yang merupakan salah satu kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masa depan Kabupaten Kediri.
(Laporan:Sponws.id-Ryn)








