Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home LIFESTYLE KESEHATAN

Sejak Usia 5 Tahun Remaja Disabilitas di Sidoarjo Kaki dan Tangannya Diikat

Selama 14 Tahun Rizki Ubaidillah Menjalani Hidup Dengan Kondisi Terikat

spotnews by spotnews
Februari 21, 2023
in KESEHATAN, NASIONAL
0
Sejak Usia 5 Tahun Remaja Disabilitas di Sidoarjo Kaki dan Tangannya Diikat

istimewa

SPOTNEWS.id, Sidoarjo – Rizki Ubaidillah, remaja berusia 19 tahun asal Desa Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo diikat tangan dan kakinya bertahun-tahun oleh keluarga. Remaja disabilitas itu diikat sejak berusia 5 tahun, artinya dia sudah menjalani hidup dengan ikatan kain di tangan dan kakinya selama 14 tahun.

You might also like

Cuaca Buruk Hambat Water Bombing, Pemadaman Kebakaran Bromo Maksimalkan Operasi Darat

Jamaah Disabilitas Larut dalam Khataman Al-Qur’an di Mukmin Mandiri

Perkuat Sinergi Program Sosial, BAZNAS Jatim dan Dinsos Jatim Dorong Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Putra dari pasangan Aryadi (49) dan Umi Mufidah (41) itu terpaksa diikat karena dia kerap melukai dirinya sendiri. Rizki sering mencakari dan memukuli tubuh serta kepalanya sendiri hingga luka parah. Keluarga menceritakan bahwa tingkah aneh Rizki muncul sejak kecil sampai mengalami keterbelakangan.

Sejak kecil sampai tumbuh besar, remaja yang namanya sempat diganti oleh orang tuanya dengan nama Zakaria itu belum pernah mengenyam pendidikan.

Setiap hari, Rizki dijaga oleh orang tua dan neneknya. “Apabila tangannya lepas, keponakan saya itu sering mencakar-cakar wajahnya hingga berdarah. Kalau tidak begitu, memukuli wajah dan kepalanya. Kadang kala juga kepala dibentur-benturkan ke tembok sampe memar,” ucap paman Rizki.

Pihak keluarga mengaku sangat prihatin dengan kondisi itu. Tapi karena keterbatasan ekonomi, mereka hanya bisa menjaga sendiri Rizki di rumahnya. Terpaksa diikat menggunakan kain agar tidak melukai dirinya sendiri.

“Saya itu setiap hari ikut menjaga dan kasihan dengan cucu saya yang semestinya sesama umur sebayanya sudah lulus sekolah, dan bermain-main, namun kondisinya seperti ini,” ujar nenek Rizki.

Kabar keberadaan remaja yang diikat itu terdengar sampai ke Wakil Bupati Sidoarjo Subandi. Bersama rombongan, Wabup pun mengunjungi rumah keluarga tersebut, Selasa (21/2/2023).

Usai bertemu keluarga dan melihat langsung kondisi Rizki, Wabup Subandi meminta agar remaja itu harus segera mendapat penanganan untuk kesembuhannya.

“Kasihan kalau melihat ada warga seperti ini, mereka berhak mendapatkan pelayanan dan penanganan dari pemerintah,” ucap H. Subandi.

Wabup pun menginstruksikan penanganan ini ke Dinas Kesehatan. Dia meminta agar Rizki mendapat penanganan yang baik bagi kesembuhan jiwa dan mentalnya.

“Jika kondisinya sudah membaik, selanjutnya akan ditawarkan kepada keluarganya terkait pendidikannya. Mungkin belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau lainnya,” lanjutnya.

Dan setelah dikunjungi Wabup, Rizki langsung dibawa pihak Puskesmas Sedati untuk dirujuk ke RSUD Sidoarjo agar mendapat penanganan penyembuhan. (ar)

spotnews

spotnews

Next Post
Perkuat Simba, Baznas Jatim Gelar Bimtek dan Migrasi RKAT

Perkuat Simba, Baznas Jatim Gelar Bimtek dan Migrasi RKAT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Unesa Tantang UM di Final Futsal Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Cuaca Panas Terik Landa Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Suhu Diprakirakan Capai 38 Derajat Celsius
  • Panpel Persebaya Siapkan Mengheningkan Cipta untuk Korban Kecelakaan Rombongan Suporter PSS Sleman
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id