Sidoarjo, Spotnews.id – Kemandirian ekonomi pesantren dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak santri yang berdaya dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Hal tersebut disampaikan Kyai Zakki saat menegaskan peran pesantrenpreneur sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan praktik kewirausahaan.
Menurut Kyai Zakki, Pondok Pesantren Entrepreneur Mukmin Mandiri menjadi contoh konkret bagaimana pesantren dapat membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Melalui berbagai unit usaha produktif yang dikelola secara profesional, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang pembelajaran ekonomi bagi santri.
“Di Pesantren Entrepreneur Mukmin Mandiri, santri tidak hanya belajar teori usaha, tetapi terlibat langsung dalam proses produksi dan manajemen. Mereka bahkan digaji sesuai kontribusinya, sehingga sejak dini terbentuk etos kerja dan kemandirian,” ujar Kyai Zakki yang juga sebgai ketua dewan kopi jawa timur.
Ia menjelaskan, sistem penggajian santri tersebut bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, profesionalisme, serta penghargaan terhadap kerja. Selain itu, penghasilan yang diterima santri dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun sebagai modal awal ketika terjun ke masyarakat.
Lebih lanjut, Kyai Zakki menekankan bahwa pesantrenpreneur tidak hanya berdampak pada kemandirian santri, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi pesantren secara keseluruhan. Dengan unit usaha yang terus berkembang, pesantren mampu membiayai operasional secara mandiri sekaligus membuka lapangan kerja.
“Pesantren harus naik kelas. Santri bukan hanya disiapkan menjadi dai, tetapi juga pelaku usaha yang berakhlak dan mandiri. Ketika santri digaji dari usaha pesantren, itu adalah bentuk pendidikan ekonomi yang nyata,” jelasnya.
Model pesantrenpreneur ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui kemitraan usaha, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan ekonomi lokal. Kyai Zakki pun mendorong agar konsep serupa dapat direplikasi di pesantren lain dengan dukungan kolaborasi lintas sektor.
Dengan pendekatan tersebut, Kyai Zakki optimistis pesantren akan menjadi pilar penting pembangunan ekonomi umat, sekaligus melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mapan dan berdaya secara ekonomi.
(Spotnews.id -iz)










