Malang, Spotnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam kepedulian sosial dengan menggelar Santunan 1.000 Anak Yatim di Hotel Grand Mercure Malang Mirama ,Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah,
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus motivasi bagi anak-anak yatim menjelang bulan suci Ramadan. Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., dalam sambutannya memberikan semangat kepada para penerima manfaat agar tetap memiliki cita-cita besar meski berada dalam keterbatasan.
Ia mengajak anak-anak untuk berani bermimpi menjadi pemimpin di masa depan. “Walaupun sudah ditinggal orang tua, jangan pernah kehilangan harapan. Saya doakan di antara kalian kelak ada yang menjadi wali kota, bahkan presiden,” tuturnya penuh harap.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kota Malang dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, santunan kepada anak yatim bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Perhatian kepada anak-anak yatim tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga pembinaan karakter, akhlak, serta akses pendidikan yang merata agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi kelima yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang, Kepala OJK Malang, perwakilan Bank Indonesia Malang, pimpinan Bank Syariah Indonesia Area Malang, perwakilan Bank Jatim konvensional dan syariah, serta Rektor Universitas Brawijaya.
Dalam kegiatan tersebut, setiap anak menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu serta tas berisi perlengkapan sekolah senilai sekitar Rp250 ribu. BAZNAS Kota Malang menyampaikan bahwa program santunan anak yatim dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Ramadan melalui Gebyar Lailatul Qadar dan pada Muharam dalam momentum Lebaran Yatim. Bagi anak yang berhalangan hadir, bantuan tetap disalurkan melalui masjid-masjid setempat agar target 1.000 penerima manfaat terpenuhi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menghadirkan peran negara dalam kehidupan anak-anak yatim piatu.
(Sumber:Baznas // Spotnews.id – Iz)








