Blitar, Spotnews.id – BAZNAS Kota Blitar kembali mentasyarufkan dana Zakat, Infak, dan Shodaqoh (ZIS) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat. Kegiatan ini difokuskan pada Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis KUA (PEU KUA) di wilayah Kecamatan Sukorejo dan Kepanjenkidul, serta Bantuan Pendidikan melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Blitar menyalurkan bantuan PEU KUA tahap kedua kepada 92 orang mustahik. Para penerima sebelumnya telah memperoleh bantuan modal usaha pada bulan Oktober lalu. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan SKSS kepada 10 mahasiswa, bantuan modal usaha lanjutan, serta bantuan peralatan usaha guna mendukung pengembangan usaha produktif para mustahik.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Blitar dalam arahannya menyampaikan pentingnya menjaga kualitas barang dagangan sebagai kunci membangun kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha. Ia menegaskan bahwa ikhtiar lahir dalam berusaha harus senantiasa diiringi dengan ikhtiar batin melalui doa, kedisiplinan menjalankan ibadah puasa, serta menjaga sholat sebagai fondasi spiritual dalam mencari keberkahan rezeki. Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam usaha bukanlah akhir, melainkan momentum evaluasi untuk memperbaiki dan mematangkan pengelolaan usaha ke depan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Blitar, H. Mariyoto, dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, tetapi harus diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup mustahik secara berkelanjutan.
“Melalui bantuan modal dan peralatan usaha ini, kami berharap para penerima dapat mengembangkan usaha yang telah dijalankan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mampu mandiri secara ekonomi. Zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan sesaat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan kesungguhan para penerima manfaat dalam memanfaatkan bantuan yang telah diberikan agar tujuan pemberdayaan ekonomi umat dapat tercapai secara optimal.
Kegiatan pentasyarufan ZIS ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kota Blitar, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepanjenkidul dan Sukorejo.
Para tamu undangan mengapresiasi langkah BAZNAS Kota Blitar dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara tepat sasaran, berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Blitar berharap sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih baik dan berkelanjutan.
(Spotnews.id – Uz)








