Lumajang, Spotnews.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Lumajang resmi membuka kegiatan Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) Tahun 2026 yang digelar di MAN Lumajang. Kegiatan ini merupakan inisiatif Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat transformasi digital di lingkungan madrasah. (10/2).
Pendampingan tersebut diikuti jajaran Pendma dari seluruh Wilayah Kerja (Wilker) Besuki. Forum ini menjadi ajang koordinasi sekaligus penguatan kapasitas operator dan pengelola madrasah dalam memastikan pengelolaan nilai peserta didik berjalan akurat, transparan, dan terintegrasi dengan sistem pusat.
Tiga agenda strategis menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan ini. Pertama, optimalisasi pemanfaatan dan pengiriman nilai melalui aplikasi RDM agar proses unggah data berjalan lancar dan sinkron dengan server pusat. Kedua, sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Madrasah (UM) Tahun 2026 sebagai pedoman teknis pelaksanaan ujian. Ketiga, pemaparan teknis pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi jenjang MI dan MTs/sederajat.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, menegaskan bahwa akurasi dan ketepatan data dalam RDM merupakan indikator profesionalisme madrasah di era digital. Ia menilai sistem digital bukan sekadar alat administrasi, tetapi bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Data nilai yang akurat dan tepat waktu mencerminkan tata kelola madrasah yang profesional. Melalui pendampingan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasilnya secara optimal di satuan kerja masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung kondusif dan dinamis dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan, mulai dari kendala jaringan hingga sinkronisasi data, serta merumuskan solusi percepatan pelaporan nilai akhir semester.
Melalui pendampingan ini, Kemenag berharap madrasah di Wilker Besuki semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan, sekaligus memastikan setiap proses penilaian peserta didik terdokumentasi secara sistematis, akuntabel, dan terintegrasi.
(Spotnews.id -IZ)







