Sidoarjo,Spotnews.id- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kerap mengikis empati sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai lentera harapan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program andalan bertajuk “Cahaya Zakat”, BAZNAS terus meneguhkan komitmennya dalam menyalurkan zakat secara tepat guna dan menyentuh langsung kehidupan para mustahik.
Hari ini, Senin (16/6), BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan kiprahnya dengan menyalurkan bantuan sosial berupa biaya pengobatan dan kursi roda kepada sejumlah warga yang membutuhkan. Bantuan ini tidak sekadar angka atau barang, tetapi simbol nyata kasih sayang, perhatian, dan kepedulian sosial di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Tercatat tiga warga dari Kecamatan Krian menjadi penerima bantuan biaya pengobatan. Mereka adalah Thomas AR dari Desa Tambak Kemerakan, Abdul Manan dari Desa Keterungan, serta Yuliana dari Desa Kraton. Ketiganya sedang berjuang melawan penyakit di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Bantuan diserahkan langsung oleh Abdul Ghoni, staf Fundraising BAZNAS Sidoarjo, yang turut menyampaikan pesan moril agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian hidup.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir di saat yang paling dibutuhkan, terutama untuk kebutuhan vital seperti kesehatan. Semoga ini menjadi jalan kesembuhan dan penguat semangat,” ujar Abdul Ghoni.
Selain bantuan kesehatan, BAZNAS juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada Mbah Barti, lansia berusia 85 tahun asal Desa Bulu Sidokare, Kecamatan Sidoarjo. Kondisi fisiknya yang renta membuat bantuan ini sangat berarti untuk menunjang aktivitas hariannya. Bantuan diserahkan langsung oleh M. Sofyan, staf Distribusi BAZNAS.
Saat menerima bantuan, Mbah Barti tak mampu menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucap syukur dalam bahasa Jawa:
“Matur nuwun sanget… Niki mboten namung kursi roda, niki pertolongan sing agung saking Gusti Allah.”
Program “Cahaya Zakat” merupakan satu dari sekian banyak inisiatif BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Di bawah kepemimpinan yang visioner dan tim yang berdedikasi, BAZNAS terus bergerak aktif di sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Seorang perwakilan BAZNAS menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari misi besar:
“Zakat bukan hanya ibadah individu, tapi kekuatan kolektif untuk membangun masyarakat. Melalui zakat, kita menciptakan peradaban yang peduli, adil, dan berdaya.”
Langkah nyata ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga kini merasa yakin untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS, karena bukti manfaatnya yang jelas dan nyata.
Dengan semangat “Cahaya Zakat”, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terus menjadi jembatan kebaikan, menggugah kepedulian para dermawan dan masyarakat luas untuk bersama-sama membangun bangsa yang sejahtera, inklusif, dan bermartabat.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








