Tulungagung,Spotnews.id- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan kebencanaan dengan terjun langsung ke lokasi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Rabu (20/8/2025). Peninjauan ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah Tulungagung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., Sekda Drs. Tri Hariadi, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Dari pihak BAZNAS Tulungagung, hadir jajaran pengurus yang menegaskan peran lembaga zakat tidak hanya di bidang sosial-keagamaan, tetapi juga dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Ketua BAZNAS Tulungagung, Drs. H. Suyadi, M.M., menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam meringankan beban warga terdampak.
“BAZNAS Tulungagung telah bekerja sama dengan BPBD. BPBD bergerak di penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi, sementara BAZNAS mengambil peran pascabencana, seperti bantuan rehab rumah dan sembako untuk korban. Semua ini tentu dilakukan bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Bupati Gatut Sunu dalam kesempatan itu turut mengapresiasi kehadiran BAZNAS yang selalu tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan langkah cepat dalam pemulihan, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan.
“Kalau tidak membahayakan, kita perbaiki. Tetapi kalau diperkirakan ada potensi longsor susulan, perlu ada pemindahan gedung sekolah,” tegasnya terkait kondisi SDN 2 Kradinan yang terdampak.
Sebagaimana diketahui, tanah longsor yang terjadi Selasa (19/8) petang tidak hanya menutup jalur utama penghubung Tulungagung–Trenggalek, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas di SDN 2 Kradinan, termasuk toilet, perpustakaan, dan ruang kelas empat. BPBD Tulungagung telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor agar akses jalan kembali normal.
“Tim BPBD terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan akses jalan pulih dan bangunan sekolah bisa segera digunakan kembali,” ungkap Robinson Nadeak, Kalaksa BPBD Tulungagung.
Kehadiran BAZNAS di lokasi bencana mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan dampak kemiskinan akibat bencana. Melalui program pascabencana, BAZNAS Tulungagung berkomitmen memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sekaligus membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








