Spotnews.id-Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung kembali terjalin. Kali ini, kerja sama tersebut difokuskan pada penanganan permasalahan gizi masyarakat, khususnya bagi balita yang mengalami stunting.
Berdasarkan data per Agustus 2025, tercatat sebanyak 2.843 balita atau sekitar 5,52% di Kabupaten Tulungagung mengalami stunting. Menyikapi kondisi tersebut, BAZNAS Tulungagung menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta dalam bentuk susu DanGro, yaitu susu formula khusus yang diformulasikan untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh balita, terutama bagi mereka yang berisiko gagal tumbuh, kurang gizi, atau gizi buruk.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung pada Selasa (11/11/2025) dan diterima langsung oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah daerah dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menjelaskan bahwa bantuan ini bukanlah solusi utama, melainkan bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah.
“Kami sadar bahwa permasalahan stunting membutuhkan upaya besar dan berkelanjutan. Namun, melalui langkah kecil seperti ini, BAZNAS ingin ikut meringankan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berjuang memperbaiki gizi anak-anak mereka,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Tulungagung berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.
Ke depan, BAZNAS Tulungagung berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam berbagai program kemanusiaan dan sosial, khususnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi Tulungagung yang sehat dan kuat.
(Sumber: BaznasTulungagung // Spotnews.id – Iz )








