Bojonegoro,Spotnews.id- Siang itu, terik matahari membakar halaman rumah kecil di Desa Sumodikaran, RT 02/RW 01, Kecamatan Dander. Di sudut rumah, Subakir (53) tampak membereskan peralatan kerja seadanya. Tangan kapalan yang mengeras menjadi saksi perjuangan hidup seorang kuli bangunan sekaligus pembantu harian yang bertahun-tahun berusaha menjaga atap keluarganya tetap berdiri, meski dalam kondisi serba terbatas.
Sebelum 2023, rumah yang ditempati Subakir hanyalah bangunan sederhana berdinding triplek. Angin mudah menyelinap masuk, hujan kerap membasahi lantai tanahnya. Saat hujan deras, kebocoran di berbagai sudut membuat malam terasa dingin. Keterbatasan penghasilan dari pekerjaan serabutan membuatnya tak pernah sanggup memperbaiki rumah sendiri.
Perubahan besar datang melalui Program Bedah Rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Bantuan sebesar Rp15 juta dari BAZNAS Jatim dan tambahan Rp5 juta dari BAZNAS Kabupaten Bojonegoro dimanfaatkan untuk membangun ulang rumah Subakir. Dinding bata ringan kini menggantikan triplek rapuh, pintu dan kusen baru terpasang kokoh, atap seng dan spandek melindungi dari hujan, serta lantai keramik memberi kenyamanan yang selama ini diidamkan.
Kini, plakat bertuliskan “Peningkatan Kualitas Rumah BAZNAS” terpampang di bagian depan rumah, menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat mengubah kehidupan seseorang. Dokumentasi penerimaan bantuan diwakili oleh ponakan Subakir, namun manfaatnya dirasakan langsung oleh dirinya dan keluarga.
Bagi Subakir, rumah baru ini bukan hanya sekadar tempat berteduh, melainkan simbol penguatan semangat untuk terus bekerja dan membangun masa depan keluarga. Dari rumah yang dulunya rawan roboh, kini ia memiliki tempat tinggal yang lebih kokoh, nyaman, dan layak huni — bukti nyata bahwa perhatian dan kepedulian mampu menyalakan kembali harapan di tengah keterbatasan.
(Laporan:SPotnews.id-Ryn)








