Ponorogo, Spotnews.id – Badan amil zakat nasional (BAZNAS)Memasuki usia ke-25 tahun sejak didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2001, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus meneguhkan eksistensinya sebagai lembaga pengelola zakat yang berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Di Kabupaten Ponorogo, Baznas mengusung lima program unggulan yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Ketua Baznas Ponorogo, Kholid Ali Husni, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 Baznas menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Lima program unggulan, yakni Ponorogo Taqwa, Ponorogo Sehat, Ponorogo Cerdas, Ponorogo Makmur, dan Ponorogo Peduli, dirancang sebagai jawaban atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di daerah.
“Baznas Ponorogo tidak berjalan sendiri. Seluruh program kami selalu diselaraskan dan disinergikan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo,” ujar Kholid saat peringatan HUT ke-25 Baznas di halaman Kantor Baznas Ponorogo, Rabu (21/1/2026), yang turut dihadiri Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita.
Dalam kesempatan tersebut, Kholid memaparkan capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 8,9 miliar. Dana tersebut sebagian besar berasal dari kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari dana yang terhimpun, Baznas Ponorogo telah menyalurkan manfaat kepada 74.176 mustahik di berbagai sektor.
Meski demikian, ia mengakui bahwa capaian tersebut masih di bawah target Rp 10 miliar. Karena itu, Baznas Ponorogo berharap dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi zakat di lingkungan ASN.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan apresiasi atas peran konsisten Baznas dalam membantu masyarakat. Ia menilai keberadaan Baznas telah memberikan dampak nyata, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung Baznas dengan mendorong para muzaki, khususnya dari kalangan ASN, agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajiban zakat. Ia juga meminta para kepala perangkat daerah ikut mengawasi kepatuhan jajarannya.
“Berzakatlah di lembaga yang jelas, amanah, dan penyalurannya benar-benar dirasakan masyarakat. Mari bersama-sama memperkuat peran Baznas,” tegasnya.
Menurut Bunda Lis, Baznas Ponorogo selama ini telah mengambil peran penting dalam berbagai program sosial, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, pemenuhan gizi bagi ribuan santri, pemberian beasiswa pendidikan, hingga pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan guru dan pegawai tidak tetap. Selain itu, Baznas juga aktif membantu permodalan pelaku UMKM serta merespons cepat penanganan korban bencana alam.
Tak hanya bantuan konsumtif, Baznas Ponorogo juga menyalurkan zakat produktif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Lisdyarita menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan Baznas dalam memastikan pendistribusian zakat berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku.
Dengan capaian dan program yang terus diperkuat, Baznas Ponorogo berharap dapat semakin berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial di daerah.
(Spotnewsid )









