Mojokerto,Spotnews.id- Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Puskesmas Gayaman, dan Pemerintah Kecamatan Mojoanyar dalam upaya mendukung penanggulangan stunting di wilayah Mojokerto. Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Olahan Ikan Lele Murah dan Bergizi serta Pengelolaan Keuangan Keluarga ini digelar di Pendopo Kecamatan Mojoanyar, Selasa (2/9).
Program pengabdian masyarakat tersebut menjadi wujud nyata kepedulian UNESA terhadap tumbuh kembang anak-anak, khususnya balita yang masih mengalami stunting. Berdasarkan data Kominfo Jawa Timur, penyebab utama stunting di Kabupaten Mojokerto didominasi oleh pola makan (87 persen), pola asuh (45 persen), serta faktor lingkungan seperti sanitasi dan paparan asap rokok (65 persen).
Kegiatan diawali dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak sebagai bentuk identifikasi awal. Tim pengabdian UNESA juga menyiapkan playground agar anak-anak dapat bermain, sementara para ibu mengikuti materi pelatihan secara fokus.
Dalam sesi pelatihan, para ibu diperkenalkan pada potensi ikan lele sebagai bahan pangan lokal yang murah, bergizi, dan mudah diolah. Ikan lele diketahui mengandung protein, zat besi, dan omega-3 yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Beragam resep praktis dan lezat pun diperkenalkan agar lele dapat menjadi menu sehari-hari keluarga.
Selain edukasi gizi, peserta juga mendapat materi tentang pengelolaan keuangan keluarga. Dengan perencanaan anggaran rumah tangga yang bijak, para ibu diharapkan mampu memprioritaskan kebutuhan gizi anak sekaligus mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Pimpinan tim pengabdian, Dr. Rachma Indrarini, S.E., M.SEI., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan luar biasa dari para ibu di Kecamatan Mojoanyar. Harapan kami, ilmu yang dibagikan hari ini dapat langsung dipraktikkan di rumah, sehingga anak-anak Mojokerto tumbuh lebih sehat dan cerdas. Kegiatan ini bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menekankan pentingnya kesinambungan program.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi dapat terus berjalan berkelanjutan. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting di Mojokerto dapat memberikan hasil nyata dan berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.
Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga Mojokerto yang lebih sehat, mandiri, dan bebas dari stunting.
(laporan:Spotnews.id)








