Surabaya,Spotnews.id – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering dipandang sebagai bagian penting dari risk management industri. Negara yang lemah dalam K3 menghadapi risiko kecelakaan, kerugian, dan reputasi buruk.
International Labour Organization (ILO) mencatat jutaan kecelakaan kerja terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Kerugian ekonomi global akibatnya mencapai miliaran dolar.
Dosen Pengajar MSDM di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNESA ,Heri Cahyo Bagus Setiawan mengatakan Indonesia harus waspada agar tidak mengalami kondisi serupa. Jika sertifikasi dipalsukan, pekerja bekerja tanpa standar keselamatan.
Korupsi sertifikasi K3 mencerminkan masalah sistemik manajemen SDM. Banyak perusahaan masih menganggap K3 sebagai beban administratif semata.
Teori psychological safety menekankan pentingnya rasa aman bagi pekerja. Tanpa keselamatan, produktivitas dan loyalitas pekerja akan terancam.
“OTT Wamenaker menjadi momentum memperbaiki kelemahan sistem. Transparansi sertifikasi lemah dan budaya K3 belum tertanam kuat,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).
Standar K3 adalah syarat mutlak dalam persaingan global. Investor akan ragu jika instrumen K3 negara tidak kredibel.
Kecelakaan besar bisa mencoreng citra Indonesia di mata dunia. Biaya memulihkannya jauh lebih mahal dari investasi K3 transparan.
“Pemerintah perlu membangun sertifikasi K3 digital dengan audit transparan. Kolaborasi universitas, serikat pekerja, dan industri juga diperlukan,” ucapnya.
Perusahaan wajib menjadikan K3 sebagai nilai inti. Audit keselamatan harus rutin, bukan hanya saat inspeksi pemerintah.
Pekerja harus diberdayakan sebagai pengawas keselamatan. Mereka butuh ruang melapor tanpa tekanan dari atasan. Indonesia juga perlu pusat riset dan inovasi K3. Teknologi sensor dan sistem real-time dapat mencegah kecelakaan.
“Dalam tradisi Islam, amanah adalah fondasi masyarakat. Mengabaikan keselamatan berarti mengkhianati amanah menjaga nyawa manusia. K3 adalah fondasi daya saing industri nasional. Tanpa K3 kredibel, industri hanyalah raksasa di atas pasir,” katanya.
(Sumber : RRI // Spotnews.id – Us)








