Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS
No Result
View All Result
Spot News
No Result
View All Result
Home BERITA

Pondok Pesantren Nurul Jadid Jadi Tuan Rumah Harlah ke-102 NU dan Rakerwil PWNU Jatim

#Nahdhatululama #NU #Jatim #Nuruljadid #Probolinggo #2025

spotnews by spotnews
Januari 22, 2025
in BERITA, KAMTIBMAS, Kapolda Jatim, NASIONAL, PENDIDIKAN, PT Bamboe
0
Pondok Pesantren Nurul Jadid Jadi Tuan Rumah Harlah ke-102 NU dan Rakerwil PWNU Jatim

Spotnews.id- Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah dalam rangka perayaan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PWNU Jawa Timur. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama “Pekan Harlah” yang dimulai pada 20 hingga 26 Januari 2025, bertempat di kawasan pesantren yang diasuh oleh KH Zuhri Zaini.

You might also like

Pemkot Surabaya Bakal Sulap TPS Taman Ketampon Jadi Ruang Terbuka Hijau

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Surabaya Berpeluang Udara Kabur

Polda Jatim Jerat Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun dengan Pasal Ancaman Pidana Mati

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hamid Wahid M.Ag, yang juga merupakan Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyatakan bahwa peringatan Harlah NU ke-102 ini akan menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan dengan pengembangan pendidikan dan ekonomi masyarakat, terutama melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pekan Harlah, Sinergi Pendidikan dan Ekonomi

Dalam keterangan pers yang diterima pada Senin (20/1/2025), Gus Hamid Wahid menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pesantren sebagai pusat pengembangan pendidikan sekaligus pendorong ekonomi masyarakat. “Kami ingin pesantren menjadi aktor penting dalam pemberdayaan masyarakat, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah Islam, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Gus Hamid.

Salah satu kegiatan pembuka dalam Pekan Harlah NU adalah seminar yang bertajuk “Pesantren Berdaya: Pendidikan untuk SDGs” pada 19 Januari 2025. Seminar ini akan dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, serta menjadi ajang peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Pesantren se-Jawa Timur. Gus Hamid menjelaskan bahwa asosiasi ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai perguruan tinggi pesantren dalam upaya menyusun kebijakan bersama, merancang program strategis, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Kolaborasi Perguruan Tinggi Pesantren

Gus Hamid menambahkan bahwa kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi pesantren ini sangat penting untuk mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan global pada 2045. “Di Amerika, perguruan tinggi terkenal umumnya berbasis gereja, sementara di Indonesia banyak perguruan tinggi yang berbasis pesantren. Kita harus memanfaatkan kekuatan ini untuk mencetak pemimpin masa depan,” ujarnya.

Sebagai contoh, Gus Hamid menyebutkan bahwa Asosiasi Perguruan Tinggi Pesantren yang dibentuk ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama, antara lain Universitas Nurul Jadid, Universitas Islam KH. Mukhtar Syafaat, Universitas Al-Falah Assuniyah, dan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, serta perguruan tinggi pesantren lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rangkaian Kegiatan Pekan Harlah NU

Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama Pekan Harlah NU ke-102 di Pondok Pesantren Nurul Jadid ini mencakup berbagai acara strategis dan bermanfaat, antara lain:

  1. Pembukaan Pekan Harlah NU ke-102 (20 Januari 2025, pukul 13:00 WIB) di Aula I dan II.
  2. Seminar “Pesantren Berdaya: Pendidikan untuk SDGs” pada 19 Januari 2025, dengan peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Pesantren se-Jawa Timur.
  3. Expo Pendidikan dan UMKM yang berlangsung di Halaman Universitas Nurul Jadid (UNUJA) dan MTsNJ (20-26 Januari 2025).
  4. Muktamar Pemikiran Mahasantri Ma’had Aly yang melibatkan delegasi Ma’had Aly se-Nusantara (20-22 Januari 2025).
  5. Lomba Keilmuan Santri (20-25 Januari 2025) untuk menggali potensi intelektual santri.
  6. Bakti Sosial dan Jalan Sehat Santri (24 Januari 2025) untuk meningkatkan kepedulian sosial.
  7. Pengajian Umum Malam Puncak Harlah NU ke-102 dan Rakerwil PWNU (26 Januari 2025).
  8. Haul Masyayikh dan Halaqah Alumni sebagai penutupan acara pada 26 Januari 2025.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya menjadi pusat perayaan Hari Lahir NU ke-102, tetapi juga menunjukkan komitmennya untuk menjadikan pesantren sebagai pusat peradaban yang tidak hanya mendalami aspek agama, tetapi juga aktif dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat.

(Laporan:Spotnews.id-Ryn)

spotnews

spotnews

Next Post
Pj. Wali Kota M. Taufik Kurniawan Lakukan Kunjungan ke Kantor BAZNAS Kota Probolinggo, Fokus Sinkronisasi Program dan Perbaikan Fasilitas

Pj. Wali Kota M. Taufik Kurniawan Lakukan Kunjungan ke Kantor BAZNAS Kota Probolinggo, Fokus Sinkronisasi Program dan Perbaikan Fasilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Redaksi

Jl. Kemayoran, Jakarta Pusat, Indonesia

Sumpah Gen Z, Tersadar Akan Jati Diri dan Eksistensi. Hingga Sumpah Pemuda Menginspirasi.

RECENT POSTS

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah dengan mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan untuk meringankan belanja masyarakat yang di halaman Balai Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari tersedia dalam Pasar Murah, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, hingga daging ayam. Kehadiran pasar murah di tingkat desa diharapkan memudahkan warga memperoleh bahan pangan tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar. Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, mengatakan, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pasar Murah itu menjadi salah satu ikhtiar kami untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya. Dalam Pasar Murah kali ini, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp55 ribu per kemasan lima kilogram, sedangkan beras premium Rp70 ribu per kemasan lima kilogram. Komoditas lainnya meliputi gula pasir Rp14 ribu per kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, serta minyak goreng MinyaKita Rp13 ribu per liter. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp6 ribu per kemasan 250 gram, sementara cabai tersedia dengan harga Rp5 ribu per paket. Untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, Pasar Murah juga menyediakan telur ayam ras seharga Rp20 ribu per pak. Daging ayam dijual dalam dua pilihan kemasan, yakni Rp32 ribu untuk kemasan besar dan Rp16 ribu untuk kemasan kecil. Khofifah menilai, keterjangkauan harga pangan memiliki peran penting dalam membantu keluarga mengatur pengeluaran sehari-hari. Ketika belanja kebutuhan pokok dapat ditekan, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lainnya, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan keluarga. “Kami ingin masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pangan dengan lebih mudah dan terjangkau. Ketika pengeluaran untuk kebutuhan pokok dapat dihemat, keluarga memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya,” tuturnya. Ia menjelaskan, Pasar Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Melalui kegiatan yang digelar lebih dekat dengan permukiman warga, akses terhadap bahan pokok diharapkan semakin mudah, terutama bagi keluarga yang harus cermat mengatur pengeluaran rumah tangga. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatiadi dan wilayah sekitarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok. “Semoga Pasar Murah itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin semangat Hari Jadi Jawa Timur dirasakan melalui manfaat yang nyata bagi keluarga-keluarga di Jawa Timur,” katanya. Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, Khofifah juga mengundi da menyerahkan sejumlah hadiah atau doorprize kepada warga yang hadir. Kegiatan itu menambah semarak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat. Sementara manfaat Pasar Murah dirasakan langsung oleh warga yang datang berbelanja. Anis (24), salah seorang pengunjung, mengaku terbantu dengan harga berbagai kebutuhan pokok yang ditawarkan. Menurutnya, pasar murah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan pengeluaran yang lebih ringan.
  • Pemkot Surabaya Bakal Sulap TPS Taman Ketampon Jadi Ruang Terbuka Hijau
  • Suhu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Diprediksi Tembus 36 Derajat Celsius, BMKG Imbau Warga Waspada
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 Spotnews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • TRENDING
  • BAZNAS JAWA TIMUR
    • BAZNAS KABUPATEN PACITAN
    • BAZNAS KABUPATEN TRENGGALEK
  • EKONOMI DAN BISNIS
    • SYARIAH
    • ENTREPRENEURSHIP
    • EKONOMI KREATIF
    • KEUANGAN
    • INVESTASI
    • PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
    • BUMN
    • PANGAN
  • SENI BUDAYA & PENDIDIKAN
    • NUSANTARA
    • TRADISI
    • GALERI
    • FILM
    • SASTRA
    • RELIGI
    • SAINS
    • TEKNOLOGI
    • SOSOK
  • SOSIAL DAN POLITIK
    • PRESPEKTIF
    • HUKUM
    • BIROKRASI
    • KEBANGSAAN
    • KOMUNIKASI
    • PESANTREN
    • PEMILU
    • INKOPPOL
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • SPORT
  • E-KORAN SPOTNEWS

© 2022 Spotnews.id