“Kalau pelatih belum karena memang pelatih situasinya beda. Soal Munster, kami memang belum memutuskan apakah akan kami perpanjang atau tidak,” ungkap Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk pelatih, kami akan melihat sampai akhir musim seperti apa, meski sekarang sudah hampir separuh lebih kompetisi berjalan,” sambung dia.
Persebaya mengalami masa-masa sulit ketika tidak berhasil meraih kemenangan dalam enam pertandingan berturut-turut, yang dimulai pada akhir Desember 2024. Secara rinci, tim ini mengalami empat kekalahan beruntun, yaitu saat bertanding melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United, dan Barito Putera.
Selanjutnya, Persebaya hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Persita Tangerang pada tanggal 31 Januari 2024. Kekalahan telak di markas Persis Solo dengan skor 1-3 pada 7 Februari 2025 semakin memperpanjang daftar hasil buruk yang mereka alami. Pertandingan tersebut juga memicu manajemen klub untuk memberikan ancaman kepada pelatih Munster agar segera membawa timnya keluar dari keterpurukan.
Manajemen Persebaya memberikan kesempatan kepada Munster dalam dua pertandingan. Namun, hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan karena dia tidak mampu meraih kemenangan dalam kedua pertandingan tersebut. Meskipun Persebaya berhasil menang 1-0 atas PSBS Biak pada pekan ke-23 pada 15 Februari 2025, pelatih Munster tidak dapat mendampingi timnya karena akumulasi kartu.
Setelah kembali, pelatih asal Irlandia Utara tersebut kembali mengalami kekalahan, kali ini dengan skor 0-2 saat bertanding di kandang Dewa United pada 21 Februari 2025. Keadaan ini menunjukkan bahwa tim masih belum menemukan ritme permainan yang baik di bawah arahan Munster.
Dirasa Belum Cukup
Ultimatum kembali dihadapkan kepada Paul Munster. Menurut pernyataan dari manajemen klub, Munster akan dipecat jika Persebaya mengalami kekalahan dari Persib. Untungnya, performa tim tamu yang buruk membuat Munster selamat untuk saat ini. Di pertandingan terakhir, Munster berhasil membawa Persebaya meraih kemenangan 1-0 atas PSM Makassar pada pekan ke-26, yang berlangsung pada Jumat (7-3-2025). Meskipun Persebaya berada di posisi ketiga klasemen sementara, hal ini ternyata belum cukup bagi manajemen untuk memberikan kontrak baru kepada Munster. Mereka memutuskan untuk menunggu hingga akhir musim untuk mengambil keputusan.
“Komunikasi kami dengan Munster juga terus berjalan, terkait apa yang harus kami gapai secara maksimal di musim ini,” ungkap Candra Wahyudi.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan untuk hasil yang lebih baik, manajemen masih menghargai hubungan kerja dengan pelatih. Situasi ini mencerminkan dinamika yang sering terjadi dalam dunia sepak bola, di mana hasil di lapangan sering kali menjadi penentu nasib seorang pelatih. Dengan harapan untuk meningkatkan performa tim, manajemen tampaknya ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil adalah keputusan yang tepat untuk masa depan klub.
(Sumber: Liputannews // Spotnews.id – Iz)
