Kediri, Spotnews.id – Pemerintah Kabupaten Kediri bersama BAZNAS Kabupaten Kediri kembali menghadirkan program Ramadan Berbagi dengan menggelar Santunan dan Buka Bersama Anak Yatim Piatu Tahun 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Jumat (27/2). Sebanyak 1.222 anak yatim piatu dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri menjadi penerima manfaat dalam kegiatan penuh kehangatan tersebut.
Ratusan anak tampak memenuhi Convention Hall dengan wajah ceria. Dari total penerima manfaat, 373 anak yang berasal dari Kecamatan Banyakan, Gurah, Grogol, Gampengrejo, Kayen Kidul, Ngasem, Pagu, dan Plosoklaten hadir langsung di lokasi. Sementara itu, kecamatan lainnya menggelar kegiatan serupa secara serentak di wilayah masing-masing, sehingga semangat berbagi Ramadan tetap terasa merata di seluruh penjuru Kabupaten Kediri.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan BAZNAS Kabupaten Kediri dalam memberikan perhatian nyata kepada anak-anak yatim piatu. Tidak sekadar santunan, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan di tengah bulan suci.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan pesan agar anak-anak terus menjaga semangat belajar dan meningkatkan ibadah selama Ramadan.
“Mas Dhito berpesan agar anak-anak tetap rajin belajar, taat beribadah, dan tidak pernah merasa sendiri. Pemerintah daerah bersama BAZNAS akan terus hadir memberikan dukungan,” ujar Mbak Dewi di hadapan para peserta.
Ia menegaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus mewujudkan Kabupaten Kediri yang religius dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Kediri, Kyai Ma’shum, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program Ramadan Berbagi setiap tahun. Menurutnya, menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki nilai keutamaan besar dalam ajaran Islam.
“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga penguatan spiritual. Anak-anak perlu merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada pemerintah, ada BAZNAS, dan masyarakat yang peduli terhadap masa depan mereka,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan. Suasana hangat dan doa-doa yang dipanjatkan menjadi penanda bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang memperkuat empati dan solidaritas.
Melalui momentum suci ini, BAZNAS Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan profesional dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada para mustahik. Harapannya, santunan yang diberikan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat meraih masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim piatu di Kabupaten Kediri.









