Mojokerto, Spotnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto terus mendorong penguatan tata kelola zakat berbasis data. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi jajaran pimpinan BAZNAS ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/1).
Rombongan BAZNAS yang dipimpin Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, disambut langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, S.Si, M.M. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam mempererat kerja sama kelembagaan, khususnya dalam pemanfaatan data sosial dan ekonomi masyarakat.
Gus Zamroni Ahmad menyampaikan bahwa ketersediaan data yang valid dan mutakhir sangat dibutuhkan dalam perencanaan serta pelaksanaan program pendayagunaan zakat. Menurutnya, pendekatan berbasis data akan membantu BAZNAS dalam menentukan sasaran mustahik secara lebih tepat dan berkelanjutan. “Program pemberdayaan akan lebih efektif apabila didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menegaskan pentingnya peran statistik sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia menyambut positif kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan BPS untuk mendukung BAZNAS melalui penyediaan serta analisis data yang relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memaparkan berbagai layanan dan produk statistik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program strategis BAZNAS. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara BAZNAS RI dan BPS Pusat, yang diharapkan mampu diimplementasikan secara optimal hingga tingkat daerah.
Sinergi antara BAZNAS dan BPS Kabupaten Mojokerto ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Sumbe: Baznasmojokerto // Cc: Spotnews.id – Uz)








