Mojokerto,Spotnews.id- Balai Ternak Gembala Sejahtera yang berlokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam membina peternak lokal melalui kegiatan pendampingan rutin. Fokus pendampingan kali ini tertuju pada perawatan anakan domba yang menjadi aset utama dalam pengembangan kelompok ternak.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada pagi hingga siang hari, sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan melibatkan pendamping lapangan Ahmad Ali serta dua anggota aktif kelompok ternak, yaitu Bapak Nuriyanto dan Bapak Mansur. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran kegiatan yang meliputi pembersihan kandang, pemeriksaan kesehatan anakan domba, serta pengembalian anak ke induknya masing-masing.
Berdasarkan data terkini, jumlah populasi anakan domba di Balai Ternak tercatat sebanyak 34 ekor, terdiri dari 21 jantan dan 13 betina. Seluruh anakan dalam kondisi sehat, aktif, dan mendapatkan penanganan yang optimal sesuai standar pemeliharaan.
Pendamping Ahmad Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto. Tujuannya adalah memastikan pengelolaan ternak dilakukan secara profesional dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan anggota kelompok.
“Pendampingan rutin seperti ini sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan ternak. Selain itu, kami juga terus mendorong kolaborasi dan transfer pengetahuan antar anggota kelompok agar praktik beternak yang baik bisa menyebar luas,” ujar Ahmad Ali.
Balai Ternak Gembala Sejahtera menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya pemberdayaan ekonomi umat berbasis peternakan yang diusung oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Melalui pembinaan yang konsisten dan partisipatif, diharapkan kelompok ternak ini dapat menjadi contoh sukses dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Balai Ternak Gembala Sejahtera terus melangkah maju sebagai pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di sektor peternakan.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








