Tim Peneliti: Dr. Nuzulul Fatimah, SE., MM (Dosen Ketua Pengmas & KKN Desa Kragan, Lisa Suryandari, S.Sos., M.M, Silvi Hamidah, Ananda Putra Pratama, Handika Cahya Saputra
Spotnews.id – Sebagai bagian dari upaya membangun desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Desa Kragan di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan kemajuan signifikan melalui implementasi program Bank Sampah berbasis manajemen lokal. Program ini tidak hanya menanggulangi persoalan lingkungan, namun juga berhasil membangun kesadaran kolektif warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri mengusung tema EcoHarmony : Bersama Wujudkan Desa Bebas Sampah dan membuka peluang greenjobs serta peningkatan kesadaran tentang pengolahan sampah
Penelitian yang dilakukan oleh tim yang terdiri Penenliti dan Kelompok Mahasiswa KKN & Pengmas Nuzulul Fatimah Selaku Ketua Pengmas & KKN Desa Krangan Yang merupakan Dosen Prodi S1 Manajemen (FEBTD) diUNUSA, Lisa Suryandari,S.Sos,MM, Silvi Hamidah (Ketua Kelompok KKN & Pegmas), Ananda Putra Pratama,Handika Cahya Saputra,Moh. Farid, Wahyudi Nizam, Andini Alfi Z, Alfina Pramuswari, Naswa Nabila P, Rakuty Ardan P, Achmad Reza A. menemukan bahwa fungsi-fungsi manajemen modern telah diterapkan secara nyata dalam pengelolaan sampah di desa tersebut. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan diskusi kelompok dengan mengusung Tema “ECOHARMONY”.
“EcoHarmony” merupakan sebuah model yang ingin kami ciptakan pada Desa Kragan yang merupakan Sinergi Alam, Manusia, dan Ekonomi Lokal
Eco di sini bermakna ecogreen sebuah pendekatan ramah lingkungan yang menekankan pengelolaan sumber daya secara bijak, pengurangan sampah, dan pemanfaatan energi maupun lahan dengan prinsip keberlanjutan. Fokusnya adalah menjaga kualitas lingkungan Desa Kragan agar tetap bersih, sehat, dan lestari, melalui inovasi seperti pengelolaan sampah terpadu, (Tutur Dr. Nuzul Fatimah, S.E, M.M)
“penghijauan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan yang merupakan salah satu cara untuk mewujudkan desa Kragan “EcoHarmony”
Harmony berarti keseimbangan dan keselarasan antara manusia, alam, dan aktivitas ekonomi. Ini mencerminkan kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan kampus UNUSA untuk menciptakan ekosistem desa yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga serasi dengan lingkungan serta kehidupan sosial warganya.” (Sambung Bu Lisa Suryandari,S.Sos, MM.)
Struktur Pengelolaan Sampah yang Terorganisir
Bank sampah di Desa Kragan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang menjadi bagian dari unit usaha BUMDes, dengan Ibu Ima sebagai ketua pengelola. Sistem pengelolaan dilakukan secara rutin dan terjadwal di delapan RT dari dua RW. Sampah diambil langsung dari rumah warga, lalu dipilah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
“Saat pertama kali saya datang, tidak ada sistem. Sekarang kita punya jadwal rutin dan struktur yang jelas. Sampah dipilah langsung di TPST,” ujar Bu Ima.
Sampah organik yang bisa dimanfaatkan akan diolah atau dijual, sementara sisanya dikirim ke TPA Jabon.
Tantangan Lapangan: Administratif dan Sarana Pras
arana
Meskipun sistem telah berjalan cukup baik, beberapa tantangan besar masih dihadapi. Di antaranya adalah ketidakteraturan dalam pencatatan iuran serta kesulitan mengelola sampah non-rumah tangga seperti kasur dan lemari bekas.
“Setiap RT punya sistem pencatatan sendiri-sendiri. Ada yang pakai buku, Excel, bahkan WhatsApp. Kalau diminta laporan dari BUMDes, saya harus rekap manual,” jelas Bu Ima.
Keterbatasan alat juga menjadi hambatan, terutama ketika harus mengangkut sampah besar.
“Dari hasil temuan yang ada dilokasi, saya sebagai Dosen Manajemen & Bu Lisa yang Sebagai Peneliti dan Pengamat Lingkungan yang kedepannya akan selaras berkolaborasi untuk membantu Ibu Ima dalam mengkondisionalkan administrasi pada pengolahan sampah untuk kedepannya” (Terang Dr. Nuzul)
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Bapak Ryan, Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Terapan Digital (FEBTD) UNUSA, yang menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini tidak berhenti sampai di sini. “Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan di tahun mendatang,” tegasnya.
Kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pelaku pengelolaan sampah ini diharapkan dapat menjadi model sinergi yang efektif dalam mendukung program lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat secara administratif dan manajerial.
Solusi Inovatif dan Harapan ke Depan
Guna meningkatkan efisiensi, pengelola berharap adanya digitalisasi sistem administrasi, termasuk aplikasi pencatatan iuran yang terintegrasi. Selain itu, pelatihan SDM juga di
anggap penting agar kader-kader lingkungan lebih profesional dan bersemangat.
“Kader itu ujung tombak. Kalau ada pelatihan manajemen atau teknis, mereka pasti lebih semangat,” tambahnya.
Bu Ima juga membuka peluang kerja sama dengan desa lain atau pihak swasta, agar Bank Sampah Desa Kragan dapat memperoleh sumber sampah anorganik tambahan yang bernilai ekonomis.
Dampak Positif Terhadap Lingkungan dan Warga
Program bank sampah terbukti memberikan dampak nyata bagi lingkungan Desa Kragan. Tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan. Lingkungan menjadi lebih bersih dan warga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah. Strategi pemerintah desa yang mengaitkan keikutsertaan program dengan layanan administrasi juga berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Sekarang kalau mau buat surat keterangan, warga harus jadi pelanggan bank sampah. Ini cara kami mendukung program ini,” ungkap salah satu perangkat desa.
Penerapan Fungsi Manajemen: Perencanaan hingga Pengawasan
Hasil analisis menunjukkan bahwa Bank Sampah Desa Kragan telah menjalankan fungsi manajemen secara sistematis:
-
Perencanaan dan Pengorganisasian: Pembentukan unit usaha di bawah BUMDes, struktur kerja yang jelas, serta pembagian tugas yang efektif.
-
Pelaksanaan: Jadwal pengambilan sampah rutin dan sistem pemilahan langsung di TPST.
-
Pengawasan: Pemantauan berkala oleh ketua pengelola dan kader lingkungan, serta evaluasi berkala melalui rapat bersama.
Implementasi manajemen pengelolaan bank sampah di Desa Kragan menjadi model pengelolaan berbasis masyarakat yang berhasil menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara terpadu. Dengan dukungan berkelanjutan, sistem ini berpotensi besar untuk direplikasi di desa-desa lain.
Sumber: Spotnews.id – Iz









