Mojokerto, Spotnews.id- Menjelang Hari Raya Kurban atau Idhuladha 1445 hijriah, pada pertengahan Juni mendatang, para juru sembelih hewan kurban di Kota Mojokerto mendapat pelatihan tata cara menyembelih hewan kurban sesuai dengan ketentuan dan syariat islam.
Pelatihan juru sembelih halal atau juleha ini, diselanggarakan oleh Baznas Kota Mojokerto, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto (DKPP) Kota Mojokerto, Pemkot Mojokerto, dan DPP Juleha Indonesia di Masjid Nurul Ishlah, Jalan Sawo, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (4/6/2024).
Ketua Baznas Kota Mojokerto, Dwi Hariyadi mengatakan, tujuan pelatihan tersebut untuk memastikan, daging disebarkan pada masyarakat melalui masjid – masjid dengan baik dan tepat sasaran.

“Harapannya mendapatkan kehalalan lebih baik tidak seperti biasanya, dengan adanya ini paling tidak percepatan halal untuk Kota Mojokerto menjadi istilal akan lebih cepat,” ucapnya.
Pelatihan dihadiri oleh 170 orang dari takmir masjid atau musalah se Kota Mojokerto dan penyuluh Kemenag Kota Mojokerto serta modin itu mendapatkan cara penyembelihan hewan dari DPP Juleha Indonesia mencakup berbagai aspek teknis dan syar’i dari penyembelihan hewan.
Para juru sembelih ini dibekali dengan pengetahuan tentang teknik penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu mereka juga dilatih dalam penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan selama proses penyembelihan.
“Kami ingin memastikan, daging kurban yang dihasilkan benar-benar halal, dan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan, bahkan para peserta tadi juga menyaksikan simulasi pemotongan hewan kurban langsung,” katanya.
Selain itu, dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa teredukasi dengan baik dan pada Iduladha tahun ini, ia mulai mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik.

Kami terus mengedukasi untuk mengurangi plastik dan diusahakan menggunakan daun atau sejenisnya yang intinya bahan organik,” ujarnya
Untuk jumlah hewan yang dibuat simulasi ada 3, sapi berjumlah 1 dan 2 ekor kambing. “Kambing langsung disembelih, sedangkan sapi tidak, hanya untuk praktek saja,” ungkapnya.
Dwi menambahkan, untuk jumlah hewan yang akan dipotong di Kota Mojokerto masih didaftar. “Hari ini kami sampaikan untuk mengisi form berapa yang akan dipotong,” imbuhnya
(Laporan:Disway//Spotnews.id-ryn)








