Surabaya, Spotnews.id – Spirit kemerdekaan tidak melulu dirayakan lewat upacara dan lomba tujuhbelasan. Bagi kalangan santri, Agustus jadi momentum strategis untuk menegaskan peran nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Lewat tema “Santripreneur: Bersatu Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Menuju Indonesia Emas 2045”, komunitas KopiGaya menggelar Podcast 80 Jam Full bertajuk “Dialog Ekonomi Kemerdekaan”, pada hari Rabu (6/8/2025).
Diskusi berdurasi 60 menit itu dipandu oleh KRT Ari Prabowo, CEO KopiGaya, yang juga bertindak sebagai moderator. Hadir sebagai narasumber utama, Heri Cahyo Bagus Setiawan, yang akrab disapa Gus Heri, Founder Santripreneur Academy Nusantara sekaligus Dewan Penasehat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo.
Dalam paparannya, Gus Heri menekankan bahwa peran santri hari ini tidak lagi cukup di mimbar pengajian semata. “Santri masa kini harus berdakwah juga di bidang ekonomi, dengan membuka lapangan kerja, menghadirkan produk halal, dan membangun sistem usaha yang memberdayakan umat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa wirausaha santri bukan hanya aktivitas ekonomi, tapi bagian dari dakwah kultural. “Bahkan kemasan produk pun bisa jadi sarana dakwah. Misalnya kami menulis di label: ‘Bacalah basmalah sebelum mengonsumsi produk ini.’ Itu dakwah yang menyentuh, mengajak kebaikan lewat produk,” jelasnya.
Gus Heri juga mencontohkan sejumlah pesantren yang telah sukses mengembangkan lini usaha dengan semangat kemandirian. Menurutnya, model Pesantrenpreneur harus diperkuat untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya ahli kitab, tapi juga paham bisnis, inovasi, dan teknologi.
“Inilah potensi besar Indonesia. Jika sinergi antara santri, pesantren, pelaku usaha, dan pemerintah terus diperkuat, kita bisa benar-benar menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, KRT Ari Prabowo mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog strategis lintas sektor. “Santri adalah simpul peradaban. Kalau mereka bangkit secara ekonomi, maka bangsa ini akan makin kokoh dari pondasinya,” pungkasnya.
Dialog ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digagas oleh KopiGaya, komunitas konsultan pebisnis Gerakan amal jariyah.
(Sumber: Kabarnusantara // Spotnews.id – Us)








