MALANG, Spotnews.id — BAZNAS Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sosialisasi Optimalisasi ZIS di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Malang yang berlangsung di SMA Negeri 1 Tumpang, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabdin Kabupaten Malang, Dr. Indiyah Nurhayati, M.Pd., Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., beserta para wakil ketua BAZNAS Jatim: Drs. KH. Masnuh, MA., Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., dan Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. Hadir pula Ketua UPZ Cabdin Kabupaten Malang, Hakso Gatot Prambono, S.H., serta para pimpinan MKKS Cabdin.
Dalam sambutannya, Kepala Cabdin Malang menyampaikan bahwa forum sosialisasi ini menjadi momentum untuk berbagi pengalaman sekaligus melakukan evaluasi atas kerja sama yang telah berjalan. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Kami akan melakukan perbaikan yang bisa kami lakukan. Insya Allah ASN kami memiliki loyalitas di atas rata-rata,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Ali Maschan, menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki mandat dari presiden dan gubernur dalam pengelolaan ZIS. Ia menekankan pentingnya kepatuhan ASN terhadap regulasi, termasuk Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 mengenai kewajiban penyaluran zakat ASN melalui BAZNAS.
“Pemerintah memaksa panjenengan semua masuk surga itu lebih baik daripada membiarkan panjenengan masuk neraka. Tugas kami mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan,” tegasnya.
Menurut Prof. Ali, potensi ZIS di Cabdin Kabupaten Malang masih sangat besar dan dapat meningkat signifikan. Ia menyebut dana ZIS yang disetorkan dapat kembali hingga 70 persen untuk program pemberdayaan di lingkungan Cabdin. Dalam paparannya, ia juga mengemukakan berbagai penelitian mengenai kesehatan mental, kecerdasan hati, serta dampak sedekah terhadap kebahagiaan dan ketangguhan seseorang.
“Penelitian terbaru menunjukkan peran otak dalam kesuksesan hanya 27 persen, sisanya adalah kecerdasan hati: sabar, tabah, dan tidak mudah putus asa,” ungkapnya.
BAZNAS Jatim turut memaparkan berbagai program yang sedang berjalan, antara lain perbaikan 1.000 rumah tidak layak huni per tahun, bantuan UKT mahasiswa melalui program SKSS, modal usaha UMKM untuk memberantas praktik rentenir, serta program Z Auto bagi pengusaha bengkel motor berskala kecil. BAZNAS Jatim juga memastikan transparansi melalui audit rutin dari Kantor Akuntan Publik dan audit syariah Kementerian Agama.
Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, Dr. Ahsanul Haq, memberikan penjelasan teknis terkait zakat profesi. Ia menyebut MUI telah menetapkan nishab zakat profesi sebesar Rp85,6 juta per tahun atau Rp7,1 juta per bulan. Dengan demikian, ASN yang memiliki penghasilan di atas angka tersebut wajib menunaikan zakat 2,5 persen setiap bulan.
“Potensi Cabdin Kabupaten Malang mencapai sekitar Rp130 juta per bulan. Namun saat ini baru tergali 10 persen. Ini yang perlu kita optimalkan,” jelasnya.
Wakil Ketua I BAZNAS Jatim, Drs. KH. Masnuh, MA., turut mengajak para kepala sekolah dan ASN untuk meningkatkan penghimpunan ZIS. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pendidik terhadap berbagai capaian BAZNAS Jatim, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang telah mencapai Rp18 miliar.
“Dengan partisipasi 75 persen saja, ini sudah sangat luar biasa,” ujarnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh ASN Cabdin Kabupaten Malang dalam menunaikan zakat serta mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui BAZNAS Jatim.
(Sumber: Baznasjatim // Cc: Spotnews.id – Iz)








