Spotnews.id – Sekjen Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang mengatakan kata-kata yang muncul di spanduk saat aksi pegawai protes Menteri Satryo Soemantri pada Senin (20/1) hanya sebatas bahasa simbolik dan hiperbola.
Dalam aksi pegawai Kemendiktisaintek, ada spanduk salah satunya bertuliskan ‘Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat’.
“Dalam unjuk rasa ini tentunya kan banyak menggunakan bahasa simbolik dan hiperbola, dan itu sesuatu yang biasa terjadi baik di kalangan mahasiswa maupun di kita gitu ya,” kata Togar di Kantor Kemendiktisaintek,
Togar mencontohkan peristiwa itu dengan peristiwa seorang anak yang berkelahi dengan orang tua. Biasanya, kata dia, sang anak akan menganggap orang tuanya jahat.
“Saya menyatakan itu adalah bahasa-bahasa simbolik, sama seperti anak-anak ya. Jadi kalau dia berkelahi sama orang tuanya kan di mengatakan ‘bapak jahat’. Apakah bapaknya jahat? Nah, silakan menaksirkan sendiri,” ujarnya.
(Laporan: News.id // Spotnews.id – Iz)








