Sidoarjo, Spotnews.id- Dalam upaya memperluas wawasan berwirausaha dan memahami integrasi dunia akademik dengan industri riil, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan kunjungan edukasi ke Pondok Pesantren Agrobisnis dan Agroindustri Mukmin Mandiri yang berlokasi di Waru, Sidoarjo.
Kunjungan ini didampingi langsung oleh Riyan Sisiawan Putra, S.E., M.SM. selaku dosen dari Unusa. Kehadiran dosen pendamping ini menegaskan komitmen Unusa dalam mendukung pembelajaran luar kampus yang berbasis pada praktik industri nyata dan kewirausahaan.
Rombongan Unusa disambut hangat oleh pihak pesantren yang diasuh oleh Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. Ponpes Mukmin Mandiri sendiri sudah lama dikenal sebagai pelopor pesantren mandiri yang sukses mengawinkan nilai-nilai religi dengan kemandirian ekonomi santri melalui sektor agrobisnis.
Menelusuri Sejarah Kopi “Mahkota Raja”
Agenda utama kunjungan ini adalah untuk mempelajari rekam jejak dan sejarah lahirnya produk unggulan pesantren, yaitu Kopi Mahkota Raja. Produk kopi ini telah menjadi ikon keberhasilan ekonomi pesantren yang mampu menembus pasar luas. Para mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana sebuah ide usaha berbasis pesantren bisa berkembang menjadi industri yang profesional tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.
Kupas Tuntas Produksi dan Digital Marketing
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, rangkaian acara dimulai dengan sesi seminar yang diisi oleh para pakar di bidangnya:
-
Sistem Pemasaran dan Produksi: Materi ini dipaparkan langsung oleh Pak Heru Susilo selaku Kepala Marketing Kopi Mahkota Raja. Beliau membedah bagaimana manajemen produksi dijaga agar tetap berkualitas serta strategi pemasaran konvensional yang solid.
-
Akselerasi Digital: Materi berikutnya dibawakan oleh Riyan Ashari, S.Pd., seorang ahli digital marketing dan pemasaran. Riyan menjelaskan pentingnya transformasi digital, optimalisasi media sosial, dan strategi marketplace agar produk pesantren bisa bersaing di era modern.
Suasana seminar menjadi semakin interaktif saat memasuki sesi sharing bersama Mas Imam Bukhori. Ia merupakan mahasiswa Unusa yang saat ini sudah aktif bekerja dan terlibat langsung dalam operasional bisnis Kopi Mahkota Raja. Kehadiran Imam Bukhori menjadi bukti nyata bagi dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswanya mengenai sinergi nyata antara dunia perkuliahan dan praktik kerja lapangan.
Melihat Langsung Proses di Gudang Produksi
Setelah sesi seminar dan diskusi interaktif selesai, agenda dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke gudang produksi Kopi Mahkota Raja. Di sini, para mahasiswa Unusa berkesempatan melihat dari dekat seluruh proses hilirisasi industri kopi pesantren.

Didampingi oleh tim produksi, mahasiswa mengamati langsung tahapan pengolahan biji kopi, mulai dari penyortiran, proses pemanggangan (roasting), penggilingan, hingga proses pengemasan (packaging) modern yang siap didistribusikan ke pasar digital maupun konvensional. Kunjungan ke gudang produksi ini memberikan gambaran riil bagi mahasiswa mengenai standarisasi mutu produk yang higienis dan profesional.
Melalui kunjungan yang diinisiasi bersama dosen pendamping ini, diharapkan para mahasiswa Unusa tidak hanya membawa pulang teori dari bangku kuliah, tetapi juga mendapatkan suntikan semangat sosiopreneurship setelah melihat ekosistem bisnis yang berjalan nyata di pesantren.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)







