Spotnews.id- Di tengah terik matahari siang yang menyelimuti Kecamatan Gedangan, langkah-langkah penuh harapan para staf Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo, yang dipimpin oleh Rita Defani, membawa kehangatan tersendiri bagi warga setempat. Dengan senyum ramah, Rita dan timnya mengetuk pintu-pintu rumah dan sekolah, menyebarkan bantuan serta membangun jembatan kasih kepada mereka yang membutuhkan.
Perjalanan sosial Baznas dimulai di Desa Keboansikep, tepatnya di rumah Bapak Said, seorang lansia yang terbaring lemah. “Assalamu’alaikum,” ujar Rita dengan lembut sambil menyerahkan bantuan biaya fakir untuk Bapak Said. Meski dalam kondisi terbatas, wajah Bapak Said memancarkan rasa syukur yang mendalam. “Semoga manfaat, Pak,” ujar Rita dengan penuh ketulusan, menghibur hati orang tua yang tengah menderita. Senyuman kecil Bapak Said pun menjadi ungkapan terima kasih yang tak terucap, sebuah momen haru yang menyentuh hati.
Dari rumah Bapak Said, perjalanan melanjutkan langkah ke Yayasan Taman Pendidikan Indonesia (TPI) Gedangan. Kali ini, bantuan difokuskan pada sektor pendidikan, dengan menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada dua siswa SD TPI Gedangan: Rajasa Putra Riski Efendi dan Achmad Taufiq Nur Hidayah. Kedua anak tersebut menerima bantuan dengan wajah malu-malu namun penuh rasa syukur, sementara orang tua mereka merasa terbantu dan terharu.
Tidak berhenti di situ, tim Baznas Sidoarjo melanjutkan perjalanan ke SMP TPI Gedangan. Di sana, tiga siswa lainnya—Sinta Bella, Akbar Putra Dwi S, dan Kurniawan Farel Pratama—juga menerima bantuan pendidikan yang meringankan beban keluarga mereka. “Kami berharap bantuan ini menjadi semangat untuk terus belajar,” ujar Rita, sembari memberikan senyum penuh harapan kepada anak-anak yang tengah menatap masa depan dengan penuh semangat.
Namun, yang lebih penting dari sekadar bantuan materi adalah kedekatan emosional yang tercipta dalam setiap pertemuan. Baznas Sidoarjo tidak hanya menyalurkan uang, melainkan juga membangun rasa saling peduli melalui setiap salam, senyuman, dan ungkapan tulus. “Kami ingin memberikan lebih dari sekadar materi. Kami ingin menyampaikan rasa kepedulian dan kasih sayang yang bisa memotivasi mereka untuk terus berjuang,” kata Rita dengan penuh empati.
Suasana yang tercipta di sepanjang perjalanan ini pun sangat berbeda. Tidak hanya bantuan yang diberikan, tetapi harapan baru pun disampaikan kepada warga Gedangan. Harapan bahwa setiap orang, tak peduli latar belakang atau kondisinya, layak mendapatkan perhatian dan cinta dari sesama. Langkah-langkah Baznas adalah pengingat bahwa kebahagiaan bisa dimulai dari kepedulian sederhana yang tulus.
Hari itu, Gedangan menjadi saksi aksi kecil namun penuh makna besar. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, Baznas Sidoarjo hadir sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati terwujud ketika kita saling peduli dan berbagi. “Berbagi adalah cara kita untuk menghidupkan rasa kemanusiaan,” tutup Rita, sembari melanjutkan perjalanan menuju tujuan berikutnya.
Dengan aksi nyata seperti ini, Baznas Sidoarjo tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menyalakan semangat perubahan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebuah jejak humanis yang membawa harapan baru di Gedangan, dan menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama.
(Laporan:Spotnews.id-RYn)








