Surabaya,Spotnews.id- Perjuangan tak kenal lelah pasangan Bapak dan Ibu Mudakir akhirnya membuahkan hasil manis. Dua anak mereka, Hafiza Khaila Lubna dan Isydiyana Fiddaroin, kini dapat melanjutkan pendidikan di SD Islam Saroja berkat bantuan dana pendidikan sebesar Rp1.000.000 masing-masing dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur.
Kisah keluarga Mudakir adalah cerita tentang ketekunan dan harapan. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, mereka tetap berupaya memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka. Hafiza dan Isydiyana, meski cerdas, sempat terhalang oleh kesulitan ekonomi yang memaksa mereka menghadapi banyak tantangan di masa kecil.
Pak Mudakir, yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja serabutan dan kuli bangunan, juga mengemban peran sebagai marbot masjid di lingkungan Kutisari Selatan. Meskipun pekerjaan ini tak memberi gaji tetap, Pak Mudakir tetap melakukannya dengan sabar sambil mengajar ngaji anak-anak dan orang dewasa. Di sisi lain, Bu Mudakir berusaha mencari nafkah dengan menerima pesanan jahitan, namun usahanya sempat sepi setelah pandemi Covid-19.
Kesulitan semakin terasa ketika Hafiza, sang kakak, harus terlambat masuk TK karena keterbatasan biaya. Meskipun demikian, saat Hafiza masuk SD Islam Saroja, adiknya, Isydiyana, ikut melanjutkan pendidikan meskipun seharusnya masih di TK. Keputusan ini diambil setelah melihat kemampuan akademik Isydiyana yang sudah cukup matang.
Namun, biaya pendidikan di sekolah madrasah yang lebih tinggi daripada sekolah negeri memaksa keluarga ini berjuang lebih keras. Tunggakan SPP dan biaya ujian anak-anak mulai menumpuk, dan kondisi ekonomi yang semakin terpuruk memaksa mereka untuk pindah kontrakan.
Kebahagiaan datang ketika Pak Mudakir mendapatkan informasi tentang BAZNAS dari salah satu pasien yang sedang menjalani terapi bekam. Dengan harapan besar, Pak Mudakir mengajukan permohonan bantuan pendidikan kepada BAZNAS Jawa Timur. Alhamdulillah, bantuan itu akhirnya disetujui dan diberikan, meringankan beban ekonomi keluarga Mudakir.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada BAZNAS Jatim. Anak-anak kami kini bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh tunggakan biaya,” ungkap Pak Mudakir dengan penuh haru.
Kini, Hafiza dan Isydiyana dapat kembali belajar dengan semangat baru. Pendidikan yang semula terhambat oleh kondisi ekonomi kini terbuka lebar, berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Jatim.
Kisah keluarga Mudakir adalah potret nyata dari perjuangan orang tua yang tak kenal lelah dalam mengupayakan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka, meski di tengah keterbatasan. Semangat juang, ketekunan, dan kehadiran lembaga seperti BAZNAS menjadi lentera harapan yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








