Spotnews.id- Hari itu, suasana di kantor BAZNAS Sidoarjo dipenuhi dengan harapan dan semangat juang dari sepuluh penyandang disabilitas yang datang dengan tujuan yang sama: memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Mereka adalah warga-warga tangguh dari berbagai daerah di Sidoarjo yang berharap mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan diri serta keluarga.
Di antara mereka, terdapat M Hadi, seorang penyandang tuna daksa dari Desa Waru. Setiap hari, M Hadi berjuang untuk menyambung hidup dengan berjualan di sebuah warung kopi kecil. Namun, ia tidak ingin hanya sekadar bertahan hidup. M Hadi bertekad agar usahanya bisa berkembang lebih baik. Dalam audiensi bersama pimpinan BAZNAS, ia berharap bisa mendapatkan dukungan yang dapat membantunya memperbesar usaha dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Selain M Hadi, beberapa ibu-ibu penyandang disabilitas lainnya yang bekerja sebagai penjahit bordir juga turut hadir dengan harapan serupa. Mereka memohon bantuan untuk alat produksi, seperti mesin bordir, serta modal kerja berupa bahan baku. Mereka yakin, dengan bantuan yang tepat, usaha yang mereka jalani dapat berkembang pesat, dan kehidupan mereka pun bisa menjadi lebih sejahtera.
Pimpinan BAZNAS Sidoarjo yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Ketua M Chasbil Aziz Salju, yang lebih akrab disapa Gus Jazuk, bersama empat wakil ketua lainnya, mendengarkan dengan seksama setiap keluh kesah dan harapan yang disampaikan. Mereka sangat terharu melihat semangat luar biasa yang terpancar dari wajah-wajah para penyandang disabilitas yang datang. Meskipun menghadapi banyak tantangan dan keterbatasan fisik, semangat mereka untuk memperbaiki nasib tetap tinggi.
Gus Jazuk dan tim BAZNAS Sidoarjo mengakui bahwa penyandang disabilitas sering menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi fisik maupun sosial. Namun, mereka juga menyadari bahwa dengan dukungan yang tepat, potensi luar biasa dari mereka bisa dimaksimalkan. Oleh karena itu, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus dan menindaklanjuti harapan-harapan tersebut dengan bantuan yang sesuai, baik berupa alat produksi, modal kerja, ataupun program pemberdayaan lainnya yang dapat menunjang keberlanjutan usaha mereka.
“Saya sangat terharu mendengar semangat kalian semua. Meskipun ada banyak hambatan, kalian tetap berjuang. BAZNAS Sidoarjo akan berusaha memberikan dukungan yang bisa membantu mewujudkan impian kalian,” kata Gus Jazuk, memberikan semangat dan jaminan kepada para penyandang disabilitas.
Senyum lebar pun terlihat di wajah para penyandang disabilitas yang hadir. Mereka merasa didengar dan dihargai. Keyakinan mereka semakin bertambah bahwa masa depan yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil untuk digapai. Hari itu, kantor BAZNAS Sidoarjo menjadi saksi atas semangat yang tak pernah padam dari mereka yang ingin meraih kehidupan yang lebih baik.
Dengan semangat dan harapan baru, para penyandang disabilitas itu berjanji akan terus berjuang untuk menggapai impian mereka. BAZNAS Sidoarjo, melalui berbagai program pemberdayaan yang ada, siap menjadi mitra mereka dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih cerah.
(Laporan:Spotnews.id-Ryn)








